“Jawa Tengah ini hasil MCP-nya cukup bagus,” katanya.
Ia menegaskan bahwa survei MCP dilakukan secara objektif, melibatkan pegawai, masyarakat, hingga para ahli. Menurutnya, MCP bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata dari kinerja lembaga.
“Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki. Yang sudah bagus, tingkatkan,” ujarnya.
Setyo juga mengingatkan agar komitmen antikorupsi tidak berhenti pada seremoni peringatan.
“Setiap hari harus jadi hari antikorupsi, bukan hanya 9 Desember,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah diharapkan terus memperkuat budaya integritas dan menjadi contoh nyata dalam gerakan antikorupsi di Indonesia.