Rangkaian Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah diawali dengan kegiatan tabur bunga di makam Ki Ageng Pandanaran pada 3 Juli 2026. Setelah itu dilaksanakan Tawasul Akbar yang dipimpin Prof. Dr. Mustafid, kemudian seluruh rangkaian akan ditutup melalui Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada 11 Juli 2026. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya dan religius Kota Semarang.
Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan haul merupakan ikhtiar bersama dalam menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap pelestarian situs sejarah serta tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter kota.
Melalui berbagai rangkaian tersebut, Sunan Pandanaran menjadi simbol penting dalam penguatan identitas Kota Semarang menjelang MTQ Nasional XXXI. Pemerintah Kota Semarang berharap kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya tercermin dari penyelenggaraan yang baik, tetapi juga dari keberhasilan memperkenalkan Semarang sebagai kota yang maju, religius, berbudaya, dan tetap menjaga warisan para pendirinya. Dengan demikian, MTQ Nasional diharapkan menjadi panggung untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Semarang mampu memadukan pembangunan modern dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman.