Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan investasi menjadi salah satu faktor penting penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Karena itu, pemerintah provinsi terus membuka peluang investasi di berbagai sektor, termasuk industri padat karya dan energi baru terbarukan.
“Dalam hal investasi kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Gubernur Luthfi.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan transportasi publik berbasis listrik menjadi bagian dari arah pembangunan Jawa Tengah ke depan, termasuk rencana pengembangan armada Trans Jateng.
“Ke depan Trans Jateng akan kita tambah dan diperluas. Tinggal kita diskusikan penggunaan kendaraan listriknya,” katanya.
Diketahui, CJIBF 2026 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia yang telah berlangsung sebanyak 10 kali.
Tahun ini, forum tersebut menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp30 triliun.
Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menunjukkan CJIBF dan UMKM Gayeng 2025 berhasil mencatat Letter of Intent investasi senilai Rp75,03 triliun.
Selain itu, transaksi perdagangan mencapai Rp25,88 miliar, penjualan UMKM sebesar Rp647,8 juta, dan transaksi business matching Rp544,6 juta.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Noor Nugroho, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam meningkatkan investasi dan perdagangan daerah.