"Harapannya polisi tegas. Karena ini sudah cukup lama. Jelas ada korban dan ada buktinya. Jangan tebang pilih," ujar Agus.
Agus menyebut kondisi Mahir sampai sekarang belum sepenuhnya pulih. Selain masih harus menjalani kontrol medis untuk menangani luka yang dialaminya, putranya juga masih menghadapi trauma akibat peristiwa tersebut.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pekerjaan Mahir sebagai advokat. Untuk sementara, ia belum dapat menjalankan aktivitas persidangan secara normal karena masih dalam tahap pemulihan.
"Dia masih harus kontrol, masih berusaha mengobati lukanya. Terus terang masih trauma. Dia kan lawyer, pekerjaannya sementara tidak bisa sidang ke pengadilan," tuturnya.
Keluarga korban kini mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum melalui jalur pengadilan apabila tidak ada perkembangan signifikan dari kepolisian dalam waktu dekat.
"Kita tunggu sehari dua hari. Kalau tidak ada tindakan, ya (akan menempuh) jalur pengadilan," tegas Agus.
Keluarga berharap laporan dugaan pengeroyokan yang telah disampaikan ke Polrestabes Semarang tidak berhenti tanpa kepastian. Mereka meminta proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan serta memberikan kejelasan hukum bagi korban. (*)