KONTENSEMARANG.COM – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah.
Hingga saat ini, kawasan tersebut telah menyerap sebanyak 18.390 tenaga kerja.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam paparannya saat Kunjungan Kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Selasa (28/4).
Taj Yasin menuturkan, pertumbuhan ekonomi di kawasan industri tersebut terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan KITB tidak hanya difokuskan pada sektor industri, tetapi juga dirancang untuk mendukung sektor lain seperti pariwisata.
Hal ini selaras dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027 yang mengusung konsep pariwisata dan ekonomi syariah.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai KITB layak dijadikan sebagai kawasan percontohan.
Menurutnya, berbagai keunggulan yang dimiliki Batang mampu bersaing dengan kawasan industri bertaraf internasional.
Ia menyebut, target Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai “Shenzhen-nya Indonesia” bukanlah hal yang berlebihan.
Terlebih, kawasan ini tidak hanya mengembangkan industri padat karya, tetapi juga sektor berbasis teknologi seperti data center.