"Mari kita bersama-sama meminimalkan potensi bencana dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai, ke saluran air, ke tempat-tempat yang bukan semestinya untuk membuang sampah," sebutnya.
Iswar juga menyinggung kesiapan menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, aktivitas masyarakat biasanya meningkat di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, bandara, dan ruang publik.
“Hal tersebut menandakan akan ada peningkatan potensi gangguan Kamtibmas yang memanfaatkan kelengahan kita semua. Untuk itu, kesiapsiagaan bukan hanya menjaga, tetapi juga menenangkan serta melindungi," katanya.
Ia menekankan pentingnya pengamanan berlapis di titik rawan. “Laksanakan pengamanan yang berlapis, termasuk deteksi dini dan respons cepat," tandasnya.
Dengan persiapan matang dan komitmen bersama, Iswar optimistis Kota Semarang mampu menghadapi musim penghujan dengan lebih tangguh sekaligus menyambut Nataru dengan aman.
"Mari kita bersama-sama menjaga Kota Semarang tetap aman, tangguh, dan damai," pungkasnya.