Sebanyak 5.148 warga terdampak, dengan 2.867 orang sempat mengungsi.
Hingga kini, tersisa 12 pengungsi yang masih berada di Madin Sindon.
Walaupun sebagian wilayah telah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali meluap dan menggenangi Dukuh Solondoko.
Penanganan darurat pun segera dilakukan untuk mencegah kenaikan debit air.
Taj Yasin menegaskan, pemerintah berkomitmen agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Oleh karena itu, selain mempercepat rehabilitasi rumah warga, perbaikan sistem pengendalian banjir menjadi fokus utama ke depan.
“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya.(*)