Bagi Siti Qomariah, perhatian dan bantuan itu menjadi momen yang mengharukan. Selama ini, dia belum mampu menyekolahkan Fitria karena keterbatasan ekonomi.
Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang berangkat sejak pagi buta, dan baru pulang sore hari. Sementara, suaminya dalam kondisi sakit-sakitan.
βSaya tidak bisa mengantarkan, bapaknya juga sakit-sakitan. Kalau saya tidak kerja, tidak makan,β tutur Siti.
Dia pun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima keluarganya. Sebelumnya, Fitria juga mendapat kursi roda dari Dinas Sosial. Namun, bantuan pendidikan itu menjadi hal yang sangat berarti baginya.
βSenang sekali dapat bantuan. Baru kali ini ada yang memberi beasiswa sekolah,β katanya, dengan mata berkaca-kaca. (***)