Saat ini, percepatan pembangunan IKN ditopang oleh aliran dana dari APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), hibah, hingga investasi dari pihak swasta.
Tercatat, realisasi investasi swasta yang masuk telah menyentuh angka Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek berbasis KPBU mencapai Rp134,25 triliun.
Merespons inisiatif tersebut, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pihaknya senantiasa membuka pintu bagi pemerintah daerah mana pun, termasuk Pemprov Jawa Tengah, untuk saling bersinergi.
Ia memandang kolaborasi lintas daerah amat vital untuk memperkuat ekosistem IKN sebagai kota pusat politik yang inklusif.
"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," ujar Basuki.
Lebih jauh Basuki menambahkan, cakupan kerja sama yang ditawarkan IKN tidak semata-mata soal investasi kapital.
Ruang kemitraan juga meliputi bidang pendukung strategis lain seperti rantai pasok logistik dan jasa, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif maupun pariwisata. (*)