KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuka peluang investasi asing untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di sejumlah daerah.
Kali ini, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minatnya menanamkan investasi untuk proyek pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Soloraya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan sampah di Soloraya masih menjadi salah satu prioritas yang perlu segera dituntaskan.
Menurutnya, meski sudah ada kesepakatan pengolahan sampah baru menjadi energi listrik, persoalan timbunan sampah lama dengan volume besar masih membutuhkan solusi tambahan melalui dukungan investor.
"Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya," katanya saat menerima kunjungan dari perwakilan E3i, Medhat Omran, di kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.
Sebagai informasi, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah setiap hari. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya dapat tertangani.
Karena itu, Pemprov Jateng mendorong pembangunan fasilitas Waste to Fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton per hari yang akan melayani Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
"Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan target pemerintah provinsi adalah mewujudkan Jawa Tengah bebas sampah pada 2028.
Untuk mendukung target tersebut, investor asal Amerika Serikat diarahkan mengembangkan proyek di kawasan Soloraya yang meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar.