Keterlibatan tersebut menunjukkan pentingnya isu ini di tengah proses pembentukan karakter sosial mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa USM berharap remaja Karang Taruna Asparta dapat lebih waspada terhadap bentuk-bentuk perilaku anti-sosial, termasuk perundungan dan diskriminasi.
Pemanfaatan media sosial secara bijak turut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang sehat dan saling mendukung.
Kegiatan edukatif ini juga memperkuat peran Karang Taruna sebagai agen perubahan di masyarakat dan menjadi wujud kontribusi mahasiswa USM dalam pemberdayaan komunitas lokal melalui aksi nyata di masyarakat.