Dalam sesi pemaparan materi, Ferisa Aulia menjelaskan tentang pengertian gender, perbedaan gender dan jenis kelamin, hingga stereotip yang masih berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Reza Maulana yang pernah menjadi guru Shadow Teacher di SD Inklusi Cita Bangsa selama periode 2022–2025 memaparkan penerapan nilai kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari serta peran generasi muda dalam menciptakan ruang sosial yang inklusif.
Antusiasme peserta tampak selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab, menandakan tingginya minat terhadap isu gender yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Melalui kampanye “AKSI SETARA”, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang berharap dapat ikut meningkatkan literasi gender di kalangan pelajar sekaligus mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih terbuka, setara, dan menghargai keberagaman. (*)