Ia juga menilai kehadiran unsur budaya menjadi nilai tambah tersendiri.
"Ada kesan melihat budaya, ada tarian juga. Setelah ini rencananya mau kulineran di Solo, lalu masuk lagi ke dalam Mangkunegaran," tambahnya.
Peserta lain, Dina (39) asal Jakarta, turut merasakan kesan serupa. Ia datang bersama komunitas larinya dan mengikuti kategori 10K.
"Seru banget! Aku ikut yang 10K. Tadi ada gamelan dan anak-anak pakai baju Jawa yang keren banget. Solo banget pokoknya. Kami rencana stay empat hari di sini khusus untuk lari dan kulineran," katanya.
Sebagai bagian dari perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269, jumlah peserta Mangkunegaran Run tahun ini meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan ini diproyeksikan mampu melampaui perputaran ekonomi sebesar Rp40 miliar yang tercapai pada edisi sebelumnya.
Dengan konsep yang memadukan olahraga dan budaya, Mangkunegaran Run 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu event lari paling ikonik di Jawa Tengah, sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism di Indonesia.