"Terima kasih kepada Pak Gubernur atas ucapan belasungkawa dan dukungannya. Saya harap keadilan yang sebenar-benarnya untuk putri kami, saya harap tidak ada keringanan bagi tersangka," ujarnya kepada Luthfi.
Kepada Luthfi, Singgih turut mengungkapkan besarnya harapan keluarga terhadap Mozza sebagai putri pertama mereka.
Harapan itu semakin besar setelah Mozza dinyatakan diterima di Universitas Diponegoro melalui ujian masuk perguruan tinggi.
Namun, Mozza tidak sempat mengetahui hasil perjuangannya tersebut. Ia dinyatakan hilang pada Juni 2025, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Jangli, Kota Semarang, pada September 2026, atau lebih dari setahun setelah dinyatakan hilang. (*)