"Senang banget dan sesuai dari yang disampaikan Pangdam tadi dari Jawa Tengah yang sudah ada packaging-nya bagus di Semarang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih di Kota Semarang telah banyak menjadi rujukan bagi daerah lain yang ingin melakukan studi banding.
"Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sangat terkenal, banyak didatangi beberapa kabupaten/kota untuk studi banding. Dan ini kita mau menuju supaya proses penyelenggaraan di sini bisa menjadi teladan bagi koperasi lain," sambungnya.
Agustina tidak menampik bahwa pengelolaan koperasi berskala besar di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis keberlanjutan KKMP Sampangan dapat terjaga dengan dukungan pemerintah pusat dan penguatan gotong royong anggota koperasi.
"Cukup berat karena dengan etalase segede ini, dengan bangunan segede ini, tantangan bisnis ke depan harus dihadapi oleh teman-teman koperasi, ini harus disambut dengan berbagai macam persiapan yang matang," ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan berupa pasokan barang siap jual dari Bulog serta kebijakan yang mengarahkan agar SPPG memprioritaskan pembelian bahan dari koperasi. Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang mendorong penguatan keanggotaan koperasi secara masif.
"Kami juga sudah membuat edaran, seluruh ASN ber-KTP Kota Semarang wajib mendaftar sebagai anggota koperasi," ujarnya.
Saat ini, tercatat terdapat 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang. Dari jumlah tersebut, sembilan koperasi telah aktif dengan omzet di atas Rp10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran usaha hingga Rp70 juta per hari.
Di tempat terpisah, Ketua KKMP Sampangan, Kuncar Asrianto, menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya telah beroperasi bahkan sebelum gedung baru selesai dibangun. Ia memastikan KKMP Sampangan siap beroperasi penuh dalam waktu dekat.
"Sebelum gedung ini dibangun tiga bulan lalu, koperasi kami sudah bergerak. Kami sudah kerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, sampai Pertamina," kata Kuncar.