Tercatat, sudah ada tujuh desain batik yang disiapkan dengan berbagai motif khas Jawa Tengah, seperti semen gurdo, sawunggaling, burung kuntul, parang, madu bronto, lung-lungan kembang, serta motif khusus yang mengangkat potensi daerah.
Nawal menambahkan, desain tersebut masih dalam tahap penyempurnaan sambil menunggu finalisasi logo dan maskot MTQ 2026 agar dapat diselaraskan.
Ia berharap, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026 dapat membawa manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi.
“Jadi di MTQ ini Dekranasda berkomitmen juga untuk mengaitkan pertumbuhan ekonominya UMKM di Jawa Tengah di sini,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa persiapan MTQ terus dimatangkan, mulai dari penentuan maskot, logo, tema, hingga koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota.
Ia berharap, ajang ini juga dapat menjadi sarana promosi wisata halal, dengan menghadirkan bazar UMKM serta berbagai tenant, mulai dari busana hingga kuliner syariah.
“Sejak tahun kemarin rapat-rapat sudah kita lakukan. Saat ini sudah masuk ke tahapan-tahapan teknis. Kita harus menunjukkan sukses pelaksanaan kita juga sukses prestasi,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama LPTQ Jateng dan pemerintah kabupaten/kota di Grhadika Bakti Praja, Selasa (31/3/2026). (*)