Dishub akan menerapkan pengaturan arus di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran selama pawai berlangsung. Setelah kegiatan selesai, ruas jalan akan kembali dibuka untuk kendaraan.
Danang menargetkan Pawai Taaruf dapat selesai dalam waktu maksimal dua jam. Rombongan dijadwalkan mulai bergerak sekitar pukul 07.30 WIB.
Rekayasa lalu lintas diperkirakan menghadapi tantangan lebih besar pada Sabtu sore saat kegiatan pemecahan rekor MURI yang melibatkan sekitar 23.500 peserta digelar.
Untuk menghindari kepadatan akibat kedatangan peserta secara bersamaan, rombongan akan dibagi berdasarkan kelompok dan diarahkan datang secara bertahap.
“Ada yang dari rombongan SMA, SMP, pelajar, kemudian PNS, ormas dan lain-lain. Mereka sudah dibagi di Jalan Pemuda dan datangnya tidak bersamaan,” jelas Danang.
Selama kegiatan tersebut, Jalan Pemuda akan ditutup dan dialihkan secara total. Dishub juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Simpang Paragon.
Sebagai jalur alternatif, Jalan Imam Bonjol dari Simpang Pierre Tendean hingga kawasan Wisma Perdamaian Tugu Muda akan diberlakukan dua arah untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Kantong parkir peserta juga disebar di sejumlah lokasi, antara lain gedung parkir Balai Kota, Museum Mandala, basement Pasar Bulu, Wisma Perdamaian, Udinus, Gedung Pandanaran, serta sejumlah kantor milik pemerintah provinsi.
Peserta yang datang dari arah utara dapat menggunakan kantong parkir instansi pemerintah yang telah dikoordinasikan dengan Dishub. Selain itu, area parkir swasta di kawasan Paragon dan DP Mall juga dapat menjadi alternatif.
Dishub mengimbau masyarakat mempertimbangkan kembali perjalanan menuju kawasan yang terdampak rekayasa, khususnya pada Sabtu malam.