KONTENSEMARANG.COM — Maskot, logo, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-31 resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (25/6/2026).
Peresmian ini menjadi penanda kesiapan Jawa Tengah menyambut perhelatan kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional yang akan digelar pada 11-20 September 2026.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur yang juga Ketua LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, pimpinan daerah Kota Semarang, petinggi Baznas dan MUI Jateng, serta para ulama.
Pada ajang kali ini, tema yang diangkat adalah "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban".
Melalui tema tersebut, nilai-nilai Al-Qur'an diharapkan dapat menjadi landasan untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan, bertoleransi, dan harmonis.
Untuk melengkapi acara, logo dan maskot hasil sayembara publik turut diperkenalkan. Logo MTQ ke-31 menampilkan siluet gunungan wayang dengan paduan warna putih dan hijau, disempurnakan dengan ikon-ikon Kota Semarang yang melambangkan kekayaan budaya serta harmoni Jawa Tengah.
Sementara itu, maskot bernama Saqur (Sahabat Qur'an) merepresentasikan karakter pemuda Indonesia yang cerdas, kreatif, religius, serta berakhlak baik.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti inovasi penyelenggaraan MTQ di Semarang yang membawa nuansa baru.
Acara ini tidak hanya berisi kompetisi, tetapi juga akan diramaikan dengan berbagai agenda tambahan seperti pameran, seminar, *job fair*, lomba rebana, peragaan busana, hingga tur kota (*city tour*).
"Saya menggarisbawahi ada banyak hal istimewa di sini yang belum pernah bkita lihat pada MTQ sebelumnya. Juga nanti akan ada dewan hakim, ahli-ahli Al-Qur'an, dan scholars dari luar negeri yang akan kita manfaatkan untuk memberikan kontribusi," katanya.
Menag menambahkan bahwa selain menjadi wadah mempererat toleransi bangsa, MTQ yang berskala masif ini juga memberikan dampak positif yang besar bagi perputaran ekonomi daerah.
"Secara ekonomi juga menguntungkan bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Puluhan hingga ratusan ribu orang akan datang, berwisata, dan berbelanja. Bukan hanya hotelnya, tapi juga kuliner, transportasi, bazar dan sebagainya. MTQ adalah pesta rakyat terbesar," ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa segala persiapan telah dikawal dengan matang oleh tim panitia di bawah pimpinan Wagub Taj Yasin Maimoen dan akan terus dievaluasi agar berjalan optimal.
"Kami ingin memastikan para peserta nanti merasakan adem ayem di Jawa Tengah. Bupati dan walikota saya minta ikut menyengkuyung, dengan cara hadir dan menyaksikan langsung saat pelaksanaan nanti," ujarnya.
Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah sangat mumpuni sebagai destinasi *event* berskala nasional hingga internasional. Luthfi berharap ajang ini dapat memberikan efek domino yang positif bagi masyarakat luas.
"Tidak hanya religi, tapi ada UMKM dan pertukaran budaya, sehingga dapat mengangkat Kota Semarang dan Jawa Tengah," katanya. (*)