Menag menambahkan bahwa selain menjadi wadah mempererat toleransi bangsa, MTQ yang berskala masif ini juga memberikan dampak positif yang besar bagi perputaran ekonomi daerah.
"Secara ekonomi juga menguntungkan bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Puluhan hingga ratusan ribu orang akan datang, berwisata, dan berbelanja. Bukan hanya hotelnya, tapi juga kuliner, transportasi, bazar dan sebagainya. MTQ adalah pesta rakyat terbesar," ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa segala persiapan telah dikawal dengan matang oleh tim panitia di bawah pimpinan Wagub Taj Yasin Maimoen dan akan terus dievaluasi agar berjalan optimal.
"Kami ingin memastikan para peserta nanti merasakan adem ayem di Jawa Tengah. Bupati dan walikota saya minta ikut menyengkuyung, dengan cara hadir dan menyaksikan langsung saat pelaksanaan nanti," ujarnya.
Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah sangat mumpuni sebagai destinasi *event* berskala nasional hingga internasional. Luthfi berharap ajang ini dapat memberikan efek domino yang positif bagi masyarakat luas.
"Tidak hanya religi, tapi ada UMKM dan pertukaran budaya, sehingga dapat mengangkat Kota Semarang dan Jawa Tengah," katanya. (*)