Di sisi lain, ia mengingatkan masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah pusat kota dengan daerah pinggiran dan perbatasan.Β
Infrastruktur di kawasan pusat dinilai relatif lebih baik, sehingga perlu perhatian agar kesenjangan tidak semakin melebar.
Terkait layanan publik, program transportasi gratis seperti feeder dan Bus Rapid Transit (BRT) disebut sangat membantu masyarakat, terutama pelajar dan kelompok rentan.
βProgram ini bagus dan bisa diapresiasi. Kalau bisa diperluas, ini sangat membantu pengeluaran anak sekolah dan masyarakat yang masih kekurangan akses transportasi,β jelasnya.
Ke depan, tantangan yang masih dihadapi Pemkot Semarang antara lain persoalan rob di wilayah utara.Β
Ia menilai penanganan masalah tersebut membutuhkan inovasi serta sinergi dengan proyek besar, termasuk pembangunan tanggul laut.
Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk mengurangi ketimpangan sosial di Kota Semarang.
βMungkin kemiskinan bukan masalah utama di Semarang, tapi ketimpangannya. Diharapkan muncul inovasi-inovasi pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan yang benar-benar berhasil,β pungkasnya. (*)