"Mohon Sungai Plumbon untuk bisa segera dinormalisasi," pintanya.
Menanggapi keluhan warga, Ahmad Luthfi memastikan penanganan darurat pascabanjir dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan berbagai instansi terkait.
"Misalnya hari ini kita menangani di Sungai Plumbon. Dinas Kesehatan main terkait pengobatan warga, Dinas Ketahanan Pangan main dengan cadangan pangannya, dan Dinas PU main dengan perawatan infrastrukturnya," jelas Ahmad Luthfi.
Ia juga berharap kehadiran BNPB dapat mempercepat penanganan infrastruktur Sungai Plumbon secara menyeluruh.
"Semoga tidak ada bencana lagi ke wilayah kita, dan semoga kedatangan BNPB bisa memberikan suatu penanganan yang lebih komprehensif," kata Luthfi.
Usai meninjau lokasi, Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng Sumarno menggelar rapat terbatas dengan BNPB, BBWS Pamali-Juana, dan Pemkot Semarang untuk membahas langkah lanjutan penanganan banjir.
Dalam rapat tersebut diputuskan normalisasi Sungai Plumbon segera dilakukan. Selain itu, proses pembebasan lahan dan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak juga mulai dihitung.
BNPB turut menyalurkan bantuan senilai Rp324.223.000 untuk penanganan bencana tersebut. (*)