Konten Semarang
Semarang

Peluk Korban Banjir Mangkang Kulon, Ahmad Luthfi Janji Percepat Normalisasi Sungai Plumbon

KONTENSEMARANG.COM – Duka mendalam masih dirasakan Muhammad Zaenuddin (36), warga Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, usai kehilangan ibundanya, Maryam (70), yang meninggal dunia akibat terseret arus deras Sungai Plumbon beberapa...

Banjir sebenarnya bukan hal baru bagi warga Mangkang Kulon. Akan tetapi, bencana kali ini meninggalkan luka lebih mendalam karena menelan korban jiwa.

Zaenuddin berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Plumbon agar kejadian serupa tidak terulang.

“Cukup ibu saya saya yang jadi korban. Jangan ada korban selanjutnya,” pintanya.

Hal serupa juga dirasakan Ilma Susipa (40), warga terdampak lainnya. Ia mengaku trauma setiap kali hujan turun karena khawatir banjir kembali datang.

"Hidup enggak tenang. Kalau hujan sedikit, banjir. Banjir yang ditakutkan sama warga sini kalau tanggulnya jebol gitu. Soalnya dari dulu keseringan banjir sini," ungkap Ilma.

Saat banjir terjadi, Ilma harus menghadapi situasi mencekam bersama anak-anaknya karena sang suami sedang bekerja.

Air sempat menggenangi kamar mandi rumahnya hingga setinggi lutut dan sejumlah instalasi pipa hanyut terbawa arus.

Selain kerusakan rumah, warga kini juga menghadapi ancaman gangguan kesehatan akibat kondisi sanitasi yang memburuk.

Ilma mengaku mengalami gatal-gatal dan sakit perut setelah banjir melanda kawasan tersebut.

Meski bantuan logistik dan layanan kesehatan gratis telah diberikan, warga berharap solusi permanen segera direalisasikan.

Halaman 2 dari 3