Selain penanganan fisik infrastruktur, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian, dan kebutuhan harian lainnya terus disalurkan kepada warga terdampak banjir.
“Kebutuhan masyarakat terdampak menjadi prioritas. Kalau masih kurang nanti akan kami tambah,” tegas Suharyanto.
BNPB juga menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya dinilai tidak lagi aman ditempati.
Sementara warga yang memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat akan menerima bantuan dana hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga hingga hunian tetap tersedia.
“Nanti warga yang tidak memilih huntara akan mendapat bantuan Rp600 ribu per bulan sampai hunian tetap selesai,” jelasnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut total terdapat 333 kepala keluarga atau sekitar 1.252 jiwa yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.
Ia mengapresiasi respons cepat petugas gabungan dari BPBD, DPU, Damkar, hingga BBWS yang langsung bergerak melakukan pembersihan pascabanjir.
“Proses pembersihan berjalan cepat. Lumpur di sebagian besar wilayah sudah mulai teratasi dan warga perlahan mulai kembali ke rumah,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Semarang masih fokus memastikan rumah warga benar-benar aman dan layak dihuni kembali, termasuk mengecek kondisi peralatan rumah tangga yang sempat terendam banjir.