“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani dan dievakuasi bersama-sama oleh BPBD, Disperkim, relawan serta warga setempat agar akses jalan bisa segera kembali normal,” ujar Agustina.
Selain di jalan utama, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan permukiman, fasilitas umum, dan area perkantoran.
Lokasi yang terdampak antara lain sekitar Balaikota Semarang, kawasan rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, hingga sejumlah taman kota. Hingga kini, penanganan masih terus dilakukan di titik-titik yang memerlukan tindakan lanjutan.
Agustina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Kami minta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengajak warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” tambahnya.
Pemkot Semarang juga akan terus memantau kondisi pohon peneduh di ruang-ruang publik sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. (*)