“Dengan digitalisasi transaksi, arus keuangan UMKM akan lebih transparan, potensi moral hazard dapat ditekan, dan tata kelola pemerintahan daerah semakin terjamin,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan penggunaan QRIS dengan empat kabupaten, yakni Grobogan, Rembang, Jepara, dan Blora.
Selain itu, acara “Rupiah Tresno Budoyo” turut menampilkan Opera Orchestra Diponegoro bersama Eko Dance Company sebagai bagian dari peringatan 200 tahun Perang Diponegoro.
Melalui seni pertunjukan, pesan keadilan dan nilai budaya diangkat sebagai pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari akar budaya.
“Ekonomi tanpa budaya hanya akan melahirkan eksploitasi terhadap alam dan manusia,” pungkas Rahmat.