KONTENSEMARANG.COM – Capaian pendapatan daerah Kota Semarang pada triwulan pertama tahun 2026 dinilai masih belum maksimal.
Hal ini menjadi perhatian DPRD Kota Semarang karena kebutuhan anggaran untuk mendukung berbagai program pembangunan cukup besar.
Wakil DPRD Kota Semarang, Suharsono, mengungkapkan bahwa periode awal tahun, khususnya Januari hingga April, memang kerap menjadi fase yang menantang dalam upaya mencapai target pendapatan.
“Memang tantangan kita sekarang ini di awal tahun, biasanya medio Januari sampai April itu rata-rata pendapatannya belum bisa maksimal,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sebagai langkah percepatan, DPRD memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota Semarang yang memberikan potongan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 10 persen mulai Maret hingga Mei 2026.
Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.
“Kami mengapresiasi pemerintah kota adanya diskon pajak PBB sejak awal Maret sampai nanti Mei dengan diskon 10 persen. Saya kira itu salah satu upaya untuk mendorong percepatan pendapatan,” jelas Suharsono.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah sangat krusial untuk menunjang berbagai program prioritas, seperti pembangunan infrastruktur jalan, penerangan, serta program pelayanan publik lainnya.
“Ketika nanti pendapatannya signifikan masuk di kas daerah, harapannya itu bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan langsung masyarakat,” katanya.
Selain itu, ketersediaan anggaran sejak awal tahun juga berpengaruh pada pelaksanaan lelang proyek pembangunan.