“Untuk kelas pagi ditempatkan di Kecamatan Kendal dan Kecamatan Brangsong sedangkan kelas sore berada di Kecamatan Genuk Semarang Utara dan Ngaliyan” jelasnya
Jumlah peserta KKN PPM ke-28 mencapai 1.675 mahasiswa, terdiri dari 823 mahasiswa kelas pagi dan 852 mahasiswa kelas sore.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan lima supervisor dan 33 DPL, di mana setiap DPL akan membimbing dua kelurahan.
Selain itu, setiap peserta KKN dikenakan biaya registrasi sebesar Rp800.000 dan telah mendapatkan perlindungan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan sektor bukan penerima upah.
“Yang dijamin adalah jaminan kecelakaan dan jaminan kematian meskipun kami berharap hal tersebut tidak terjadi” katanya
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya integrasi program digitalisasi dalam pelaksanaan KKN PPM, mengingat hal tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.
“Mahasiswa nantinya akan membantu masyarakat khususnya pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital seperti promosi dan pemasaran melalui internet Ini penting karena masyarakat sekarang dituntut untuk melek digital” ungkapnya
Ia berharap melalui workshop ini, para supervisor dan DPL dapat memberikan arahan serta pendampingan yang optimal kepada mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung.
“Harapannya dari hasil workshop ini supervisi dan DPL mampu memberikan pengarahan dan pendampingan kepada mahasiswa sesuai dengan yang telah dirancang oleh LPPM” pungkasnya. (*)