Konten Semarang
Regional

Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan, Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Bangun Daerah

Pengurus MUI Jateng periode 2026-2031 dikukuhkan. Ahmad Luthfi mendorong sinergi ulama dan pemerintah untuk memperkuat pembangunan daerah.

Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan, Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Bangun Daerah
Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan, Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Bangun Daerah

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah masa khidmat 2026-2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/8/2026).

Pengukuhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat keberlanjutan pengabdian dan menjaga persatuan umat di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi mendorong hubungan kolaboratif antara MUI Jateng dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus diperkuat.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program yang memiliki tujuan sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun daerah.

“MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun pemerintahan kolaboratif, sekaligus berperan sebagai cooling system dalam menghadapi berbagai persoalan di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Ia juga mengapresiasi MUI Jateng yang selama ini membangun kerja sama dengan berbagai elemen, mulai dari perguruan tinggi, masyarakat ekonomi syariah, Bank Jateng Syariah, hingga media massa.

"Aspek persatuan ini yang harus dikedepankan, kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang terjalin itu menjadi bagian integral dalam membangun wilayah," katanya.

Ketua Umum MUI Pusat, M Anwar Iskandar, menyebut MUI memiliki dua peran penting, yakni sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi agama dan bangsa Indonesia masih cukup besar, mulai dari persoalan ekonomi, stabilitas hingga kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara ulama dan umaro atau pemerintah diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Anwar juga mendorong MUI dan pondok pesantren di Jawa Tengah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kaderisasi ulama perempuan.

Ia berharap semakin banyak ulama perempuan lahir dari Jawa Tengah dan turut berkontribusi dalam aktivitas serta kepengurusan Majelis Ulama Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Noor Achmad, menegaskan kepengurusan periode 2026-2031 akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi kepentingan masyarakat.

Kerja sama tersebut mencakup sinergi program dengan Pemprov Jateng serta kegiatan syiar keagamaan yang melibatkan media massa dan perguruan tinggi.

"Kami mencoba untuk bersama Gubernur, bagaimana membangkitkan ekonomi umat terutama ekonomi masyarakat Islam. Sudah ada kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah, rektor, dan media massa," ujarnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Taj Yasin Raih Budai Award 2026, Dinilai Teladan dalam Kepemimpinan
Regional • 24 Agustus 2026

Taj Yasin Raih Budai Award 2026, Dinilai Teladan dalam Kepemimpinan

Rekomendasi Redaksi