Anwar juga mendorong MUI dan pondok pesantren di Jawa Tengah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kaderisasi ulama perempuan.
Ia berharap semakin banyak ulama perempuan lahir dari Jawa Tengah dan turut berkontribusi dalam aktivitas serta kepengurusan Majelis Ulama Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Noor Achmad, menegaskan kepengurusan periode 2026-2031 akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi kepentingan masyarakat.
Kerja sama tersebut mencakup sinergi program dengan Pemprov Jateng serta kegiatan syiar keagamaan yang melibatkan media massa dan perguruan tinggi.
"Kami mencoba untuk bersama Gubernur, bagaimana membangkitkan ekonomi umat terutama ekonomi masyarakat Islam. Sudah ada kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah, rektor, dan media massa," ujarnya. (*)