Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai bentuk ekspresi budaya, kegiatan keagamaan, dan tradisi masyarakat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui dukungan terhadap Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166 yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Semarang.
"Semakin banyak ruang yang tersedia bagi ekspresi budaya, semakin kuat pula daya tarik Kota Semarang sebagai kota budaya, kota wisata, dan kota yang ramah bagi semua," imbuhnya.
Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran masyarakat serta wisatawan dalam berbagai agenda budaya diyakini mampu mendorong aktivitas UMKM sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.
Iswar berharap Pentas Panggung Malam Kesenian bersama seluruh rangkaian perayaan dapat terus menjadi agenda budaya yang membanggakan masyarakat Kota Semarang.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat semangat gotong royong, toleransi, dan kolaborasi. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga harmoni, merawat warisan budaya, serta membangun kehidupan yang inklusif dan saling menghormati," tegasnya.
Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166 berlangsung pada 14 hingga 16 Juni 2026 dengan pusat kegiatan di Klenteng Tay Kak Sie.
Tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kimsin Kongco Poo Seng Tay Tee dari Zhangzhou Baijiao Ciji Ancestral Temple Management Committee, Tiongkok, hadir dalam rangkaian acara tersebut.
Kehadiran tersebut menjadi simbol kuat hubungan sejarah dan spiritual komunitas Tionghoa Semarang dengan akar budaya mereka di Tiongkok. Momentum itu sekaligus menambah makna dalam perayaan yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun.
Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian perayaan, mulai dari doa bersama, prosesi sakral di klenteng, pertunjukan kesenian, hingga Kirab Budaya Akbar yang menjadi puncak acara.