Saleh berharap, dengan percepatan pembangunan yang disertai pendekatan menyeluruh, persoalan sanitasi di Jawa Tengah dapat segera teratasi dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
“Sanitasi yang baik adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Saleh.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak masih mencapai 21.542.
Hal ini menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat.
Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah membangun 5.328 unit jamban melalui program jambanisasi.
Namun, kebutuhan yang masih cukup besar menunjukkan perlunya penguatan intervensi agar akses sanitasi dapat dinikmati secara merata.
Menurut Taj Yasin, isu sanitasi memiliki kaitan langsung dengan berbagai indikator kesehatan, termasuk stunting.
Saat ini, angka stunting di Jawa Tengah tercatat sebesar 9,77 persen atau sekitar 188.533 balita.
Pembangunan jamban dan penyediaan akses air bersih menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026) (*)