Selain itu, sejumlah indikator pembangunan gender juga menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Heri menilai kesenjangan partisipasi masih perlu mendapat perhatian, terutama dalam sektor-sektor yang berkaitan dengan teknologi dan ekonomi digital.
Karena itu, ia mendorong adanya perluasan program pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi perempuan.
Kemampuan di bidang pemasaran digital, pemrograman, perdagangan elektronik, serta berbagai pekerjaan berbasis teknologi dinilai semakin penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Heri meminta pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan membangun kerja sama untuk menyediakan akses pelatihan yang lebih luas dan mudah dijangkau.
“Hal ini tidak hanya meningkatkan kesetaraan gender, tetapi juga memperkuat perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan,” ujarnya.
Selain peningkatan keterampilan, Heri menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman bagi perempuan.
Menurutnya, perkembangan teknologi juga harus diimbangi dengan perlindungan terhadap berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang daring.
Ia menilai, perempuan harus dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar, bekerja, berwirausaha, dan mengembangkan potensi tanpa rasa khawatir terhadap ancaman maupun kekerasan di dunia digital.
“Kesetaraan gender melalui teknologi adalah investasi untuk masa depan. Ketika perempuan maju, Jawa Tengah juga akan semakin maju,” tegasnya. (*)