KONTENSEMARANG.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menegaskan pentingnya memperkuat integritas seluruh jajaran pemerintah daerah sebagai langkah mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel.
Penegasan tersebut disampaikan Luthfi setelah menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah di Semarang, Kamis (20/8/2026). Rakor itu diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD dari Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, pimpinan KPK Johanis Tanak, Deputi Korsup KPK Ely Kusumastuti, Deputi BPKP Setya Nugraha, Deputi LKPP Setya Budi Arijanta, dan Dirjen Otda Cheka Virgowansyah.
Turut hadir Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, 34 bupati/wali kota beserta wakilnya, pimpinan DPRD, sekretaris daerah se-Jawa Tengah, serta perwakilan lima kabupaten/kota di DIY.
Luthfi mengapresiasi keterlibatan berbagai lembaga dalam memperkuat pencegahan korupsi. Menurutnya, pembangunan integritas membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama dari seluruh pihak.
“Integritas ini tidak gampang karena memerlukan penguatan bersama. Intinya, tidak boleh ada korupsi. Itu saja,” ujarnya.
Ia menyebut keberhasilan menciptakan pemerintahan berintegritas pada dasarnya sangat bergantung pada setiap individu yang memiliki kewenangan. Karena itu, sistem pengawasan serta regulasi harus dijalankan secara konsisten.
Luthfi berharap penguatan integritas dapat berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai sasaran.
Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga pengawasan akan terus diperkuat. Tujuannya agar penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan, rakor tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah bersama KPK, BPKP, dan LKPP untuk memperkuat integritas kepala daerah dalam mengelola APBD.