Lebih jauh, Handi memaparkan bahwa peningkatan sarana fisik saja tidak cukup untuk mereformasi layanan kesehatan. Masyarakat juga harus dijamin kemudahannya dalam menjangkau informasi dan layanan yang prima.
Untuk itu, Pemkot Semarang senantiasa menjalin kerja sama strategis dengan Kemenkes, Dinkes Jateng, BBPOM Semarang, organisasi profesi, hingga pelaku usaha apotek demi meningkatkan kualitas tenaga kefarmasian.
"Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan," tegasnya.
Sebagai proyeksi masa depan, Pharma City akan terus dikembangkan oleh Pemkot Semarang agar dapat terhubung dengan ekosistem kesehatan digital tingkat nasional, termasuk platform SatuSehat.
Tujuannya adalah menciptakan sistem pelayanan farmasi yang tanggap, terbuka, dan modern, demi memastikan seluruh masyarakat Kota Semarang mendapatkan akses layanan kesehatan yang terbaik dan mudah dijangkau. (*)