"Jangan sampai ada karakter yang terlepas. Misalnya kejujuran, itu sangat penting. Karena guru juga memiliki banyak kegiatan, sehingga perlu ada pedoman agar semua karakter tetap diperhatikan dan diterapkan," ujarnya.
Lies juga menegaskan bahwa handbook ini bukanlah kurikulum baru, melainkan instrumen pendukung untuk memudahkan praktik pengajaran di lapangan.
TP PKK Kota Semarang bersiap melakukan uji coba penerapan panduan ini secara bertahap.
"Insyaallah tidak hanya untuk PKK. Kita nanti akan uji coba mungkin di pos PAUD yang berada langsung di bawah koordinasi PKK. Ada sekitar 350 pos PAUD, mungkin kita utamakan di sana dulu sebagai proyek percontohan, kemudian berkembang ke PAUD lainnya," pungkasnya. (*)