“Jadi Sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di pos harus aman dan nyaman dulu," jelasnya.
Berdasarkan evaluasi arus mudik tahun 2025, terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan pada penyelenggaraan mudik tahun ini.
Di antaranya penambahan kantong parkir dan fasilitas toilet di rest area tol, peningkatan penerangan jalan umum (PJU), penambahan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan penggunaan aplikasi pemantau arus lalu lintas.
Terkait penerangan jalan, Luthfi juga mengingatkan petugas di jalur Selatan-Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi penerangan di wilayah tersebut masih terbatas sehingga perlu tambahan rambu pendukung.
Selain itu, ia meminta seluruh petugas terus memantau objek-objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata untuk memastikan situasi tetap aman selama periode Lebaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menyebutkan jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 17,7 juta orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 13 juta orang.
Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift petugas.
Personel yang terlibat berasal dari berbagai instansi, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, Basarnas, Jasa Marga, BMKG, hingga lembaga terkait lainnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan yang berjumlah lebih dari 350 orang.