Kelompok tersebut akan diaktifkan untuk membantu pemantauan di sejumlah titik yang jauh dari jangkauan pengawasan.
"Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan," katanya.
Untuk mendukung pemantauan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan juga telah memasang 10 titik CCTV yang dapat dipantau selama 24 jam.
Sistem tersebut juga terhubung dengan CCTV milik pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah.
"Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten/kota tujuan sebelum mudik," pungkasnya. (*)