Peran aktif Kementerian Pertanian dalam menyokong suksesnya program andalan ini menjadi fondasi kuat terpilihnya Sudaryono.
“Beliau sejak awal mengikuti konsep Makan Bergizi Gratis. Beliau sejak awal mengikuti bersama kami semua. Berdiskusi bagaimana konsep Makan Bergizi Gratis ini sebagai Wamentan. Tentu saja, Badan Gizi Nasional yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi itu tidak pernah lepas (dari) tugas beliau di pertanian,” jelas Prasetyo.
Walaupun Sudaryono akan segera mengemban amanah baru pada sore ini, pihak Istana rupanya belum menetapkan nama yang akan mengisi kekosongan kursi Wamentan. Pemerintah memastikan akan segera menggodok posisi tersebut.
“Nanti pada waktunya disampaikan (penggantinya),” tegas Prasetyo.
Di sisi lain, pemerintah dipastikan tetap memberikan ruang bagi Nanik S. Deyang untuk turut serta mengawasi keberlanjutan program MBG dari balik layar.
Melalui posisi Dewan Pengawas BGN, Presiden Prabowo meminta Nanik untuk mendampingi kepemimpinan yang baru karena rekam jejak pengalamannya dinilai sangat berharga.
“Tentu saja dengan pengalamannya, Bapak Presiden merasa ibu Nanik masih bisa memberikan kontribusi yang optimal tentu dengan peran yang berbeda. Karena ada masalah kesehatan sehingga beliau (Presiden Prabowo) masih meminta Bu Nanik mengawal dan menyukseskan program bersama pimpinan baru,” terang Prasetyo.
Menyikapi pergantian pimpinan ini, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan harapannya agar Kepala BGN yang baru memiliki kapasitas yang mumpuni.
Puan mendorong Sudaryono untuk langsung tancap gas melakukan evaluasi dan pembenahan demi mengoptimalkan peran BGN.
“Yang terbaik untuk Indonesia. Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).