Konten Semarang
Semarang

Proklim Kota Semarang: Inisatif Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim serta Prestasi Nasional 2025

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan inisiatif nasional Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim melalui partisipasi masyarakat di tingkat lokal. Program ini mendorong aksi adaptasi dan mitigasi emisi gas rumah kaca di desa, kelurahan, atau RW/...

Di Kota Semarang sudah ada 111 kampung iklim skala RW yang tersebar di 177 kelurahan. Kegiatannya terkait adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim yang sangat cepat. Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang selaku Pendamping Proklim Kota Semarang mengajak masyarakat untuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim, misalnya dengan menanam pohon peneduh atau tanaman keras, melakukan pemanenan air hujan, dan membangun biopori sebagai resapan air. Untuk mitigasinya masyarakat dilatih untuk memilah sampah dari rumah sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Semarang Nomor B/576/600.4.13/III/2025 tentang Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah dan mengolah sampah organik untuk mengurangi gas methana yang terurai ke udara.

Pemerintah Kota Semarang melalui DLH Kota Semarang terus mendorong munculnya kampung-kampung iklim yang lain, termasuk di wilayah Semarang bawah yang padat dengan permukiman dan perkantoran, tidak hanya di wilayah Semarang atas yang masih banyak ruang terbuka hijaunya dengan kepadatan permukiman rendah.

Pada Tahun 2025 Kota Semarang mendapatkan 3 penghargaan Proklim Tingkat Nasional yaitu Apresiasi Pembina Proklim untuk Wali Kota Semarang, Proklim Kategori Lestari untuk RW 08 Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang dan Proklim Kategori Utama untuk RW 01 Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati

Dilihat dari prestasi Kota Semarang dengan tiga penghargaan Anugerah Proklim 2025 menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam upaya menjadikan kota tangguh iklim dan contoh nasional melalui kolaborasi pemerintah-masyarakat.

Harapannya dengan adanya mengikuti Proklim maka Kota Semarang dapat meningkatkan kesadaran kolektif warga untuk menjaga lingkungan, sehingga kota lebih hijau, dapat mengurangi banjir serta menciptakan lingkungan nyaman dan sejahtera.

Arwita Mawarti
Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang
Mahasiswa PDIL SCU 2025

 

Halaman 2 dari 2