KONTENSEMARANG.COM – Dinas Perdagangan Kota Semarang menyiapkan sejumlah lokasi alternatif bagi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Gajah Raya yang terdampak proyek normalisasi drainase.
Beberapa tempat yang ditawarkan antara lain Pasar Johar dan Pasar Kanjengan sebagai lokasi berjualan yang lebih permanen.
Langkah ini diambil untuk mempercepat penataan kawasan Jalan Gajah Raya, terutama bagi PKL yang harus terdampak relokasi akibat proyek tersebut.
Penataan ini juga berkaitan dengan rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai jalur akses penting di kota.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Anicieto Magno Da Silva, menyebut relokasi menjadi opsi strategis mengingat keterbatasan ruang di kawasan tersebut.
“Kalau mereka masuk ke pasar, aktivitas ekonomi bisa lebih hidup. Pasar Johar masih memiliki banyak kios kosong yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya usai rapat bersama Komisi B DPRD Kota Semarang, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan relokasi tidak hanya berfokus pada penataan wilayah, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan usaha para pedagang.
Bahkan, ada PKL yang sudah berhenti berjualan hingga delapan bulan sejak proyek berjalan.
Dinas Perdagangan juga menyiapkan pengelompokan penempatan pedagang sesuai jenis dagangan.
PKL makanan, sembako, pakaian, dan warung diarahkan ke Pasar Johar, sedangkan pedagang onderdil difasilitasi ke Pasar Dargo atau Pasar Waru.