Pekerjaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh 15 gubernur sebelumnya.
Karena itu, Luthfi menyatakan terbuka terhadap masukan, kritik, dan saran dari masyarakat. Menurutnya, berbagai kontribusi tersebut dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan pembangunan Jawa Tengah.
Sementara itu, mubalig Jateng Bersholawat, Wijayanto, mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang memilih selawatan sebagai bagian dari peringatan hari jadi provinsi.
“Tema besarnya juga luar biasa, gumregut nyawiji, artinya dari Jawa Tengah kita bersatu untuk membangun Indonesia dan Jawa Tengah yang berkeadaban," ujar dia.
Apresiasi serupa disampaikan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf saat memimpin jemaah berselawat. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meneladani Rasulullah SAW, termasuk dalam menjaga persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
"Dengan berselawat, kita berdoa untuk Jawa Tengah semoga masyarakatnya guyub rukun, damai, aman, dan sejahtera. Semoga apa yang belum tercapai di bawah kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin, bisa dimudahkan dan dilancarkan. Kita juga berdoa untuk saudara kita di NTT dan seluruh daerah di Indonesia," ujarnya. (*)