Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan agar dampak pancaroba dapat ditekan.
"Dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, kita bisa melewati masa pancaroba dengan aman,” pungkas Mohammad Saleh.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama masa pancaroba.
Meski curah hujan mulai berkurang, potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dengan kondisi panas pada pagi hingga siang hari.
Pasalnya, pemanasan yang tinggi justru dapat memicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir dan angin kencang pada sore hari. (*)