Program penukaran botol plastik dengan lumpia juga menjadi wujud nyata komitmen Pemkot dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui cara kreatif.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal angka, tapi tentang kebanggaan warga Semarang terhadap identitas kotanya. Lumpia adalah warisan budaya yang kita angkat bersama hingga diakui dunia,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk 33 pelaku UMKM lumpia yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada MURI dan seluruh masyarakat Kota Semarang. Rekor dunia ini menjadi kado istimewa untuk Hari Jadi ke-479 Kota Semarang,” pungkas Agustina.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kuliner, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi daerah mampu bersaing di tingkat global. (*)