Secara ekonomi, pertumbuhan Jawa Tengah pada 2025 tercatat 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga menurun menjadi 9,39 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di kisaran 4,66 persen.
Data terbaru menunjukkan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang. Angka ini turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, serta berkurang 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang tercatat 3,40 juta orang.
Realisasi Investasi Tertinggi dalam Satu Dekade
Dari sisi investasi, Jawa Tengah mencatat realisasi sebesar Rp88,50 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Total terdapat 105.078 proyek yang terealisasi, dengan serapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
“Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, ini untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tapi tidak menutup juga untuk padat modal," katanya.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jateng mendorong pemerintah kabupaten/kota memberikan insentif kepada investor, termasuk relaksasi pajak bagi investasi yang berorientasi pada ekonomi hijau.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Pemprov Jateng optimistis tren pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.