Berbagai langkah mitigasi terus diperkuat, di antaranya pemasangan rambu peringatan, pengaturan jam operasional kendaraan berat, serta peningkatan edukasi keselamatan bagi pengemudi.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk memastikan keamanan pengguna jalan tetap terjaga.
Dari sisi perencanaan wilayah, kawasan sekitar Bukit Semarang Baru (BSB) juga mulai diarahkan pada pengendalian pertumbuhan yang lebih terukur.
Pengaturan ekspansi industri serta penyediaan jalur alternatif menjadi strategi untuk menjaga keseimbangan antara mobilitas dan keselamatan.
Melalui pendekatan berbasis kajian teknis dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Semarang berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan atas tantangan infrastruktur yang ada.
Ke depan, Silayur diharapkan tidak hanya lebih aman, tetapi juga dapat menjadi rujukan nasional dalam penanganan jalan menurun ekstrem di kawasan perkotaan.
Transformasi ini menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur tidak berhenti pada tahap pembangunan, melainkan berlanjut pada upaya peningkatan keselamatan dan keberlanjutan bagi seluruh pengguna jalan. (*)