Ia menjelaskan, Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memetakan kebutuhan penerbangan selama agenda berlangsung.
Saat ini, pihak maskapai juga tengah mengumpulkan data terkait jumlah peserta, jadwal pembukaan dan penutupan, hingga lokasi kegiatan sebagai dasar pengajuan dukungan operasional kepada kantor pusat.
“Kami menyampaikan kemungkinan akan ada extra flight dari Garuda sebagai bentuk dukungan membuka akses dari peserta-peserta di luar Pulau Jawa terutama untuk ke Semarang,” katanya.
Selain mengoptimalkan layanan melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Garuda Indonesia juga membuka opsi pemanfaatan Bandara Adi Soemarmo Solo sebagai jalur alternatif kedatangan dan kepulangan kontingen.
“Semarang rata-rata lebih ramai, tapi nanti kami juga akan mengoptimalkan Solo apabila diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arif Djatmiko menyebut sejumlah daerah peserta mulai melakukan persiapan kehadiran dengan memesan akomodasi di Semarang.
“Sudah ada beberapa yang berkontak, setidaknya sembilan daerah dan mereka mulai booking hotelnya,” ujarnya. (*)