Program mudik gratis tahun ini mendapatkan respons yang sangat besar dari warga Jawa Tengah yang merantau di wilayah Bandung Raya. Banyaknya peminat bahkan jauh melampaui kuota yang tersedia.
Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengatakan jumlah pendaftar mencapai lebih dari dua ribu orang.
Namun, karena keterbatasan armada, tidak semua peminat dapat diberangkatkan.
"Berdasarkan survei kami, peminat mencapai 2.356 orang. Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan.
Untuk memastikan program tepat sasaran, panitia melakukan seleksi terhadap calon peserta. Prioritas diberikan kepada masyarakat dengan kondisi ekonomi tertentu.
“Kami seleksi apakah dia pedagang kaki lima atau bukan, memiliki SKTM atau tidak, apakah dia buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi pilihan utama kami,” jelasnya.
Dari total 1.142 peserta, pemudik terbanyak berasal dari Cilacap sebanyak 339 orang. Kemudian disusul Sukoharjo sebanyak 150 orang dan Banjarnegara dengan 98 peserta.
Program mudik gratis bagi perantau asal Jawa Tengah di wilayah Bandung Raya sendiri telah berlangsung selama lima kali pelaksanaan. Pada tahun 2022 program ini hanya memberangkatkan tiga bus, namun jumlah armada terus bertambah setiap tahun seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.