“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.
BBWS juga terus memantau debit air Sungai Tuntang mengingat kondisi cuaca masih ekstrem. Pengendalian aliran dilakukan melalui dua titik kontrol, salah satunya di Bendung Gelapan.
“Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi penentu utama dalam percepatan pekerjaan di lapangan.
“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026) dan menyebabkan jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah sebelumnya menyatakan akan memasang jembatan armco dalam waktu satu pekan agar akses jalan dapat kembali difungsikan.