Program SINERGI melibatkan tim lintas bidang dari UNDIP dan Unwahas. Tim UNDIP dipimpin Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.T., bersama Prof. Aji Prasetyaningrum, S.T., M.Si., Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., dari Teknik Kimia, serta Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si., dari FPIK UNDIP.
Sementara dari Unwahas terdapat Dr. Laeli Kurniasari, S.T., M.T., dan Agung Nugroho, S.T., M.T., dengan latar keilmuan Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor Teknik Kimia.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis persoalan di lapangan. Mereka turut mendampingi penggunaan teknologi, mengamati proses pengeringan, serta berkomunikasi langsung dengan pelaku usaha.
Di sisi lain, masyarakat mendapatkan pendampingan agar dapat mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan produksi sehari-hari.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat melalui SINERGI diharapkan mampu menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di tingkat usaha.
Teknologi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai purwarupa, tetapi diarahkan agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Penerapan pengering hibrida berbasis surya dan biomassa di Randusanga Kulon diharapkan memperkuat pengolahan pascapanen rumput laut.
Produk yang lebih bersih, kering merata, dan memiliki mutu konsisten berpeluang meningkatkan daya saing serta nilai jual komoditas tersebut.
Dengan teknologi ini, aktivitas pengeringan rumput laut warga tidak lagi harus dilakukan di pinggir jalan.
Sinergi perguruan tinggi, industri, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. (*)