KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membuktikan bahwa pembangunan bukan sekadar urusan infrastruktur fisik. Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2026, beragam pelayanan publik diterjunkan langsung ke masyarakat.
Layanan ini mencakup perbaikan lingkungan, bedah rumah tidak layak huni (RTLH), akses air bersih, fasilitas kesehatan dan kependudukan, serta peningkatan ekonomi. Hal ini merupakan langkah nyata untuk mendongkrak kualitas hidup warga secara utuh.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan komitmen tersebut dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Lapangan Rusunawa Semarang Hebat, Sawah Besar, Gayamsari, pada Rabu (15/7).
Program kolaborasi antara Pemkot Semarang, Kodim 0733/Kota Semarang, BAZNAS, PDAM, dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini akan berjalan hingga 13 Agustus guna mengakselerasi pemerataan pembangunan di area perkampungan.
Menurut Agustina, masyarakat membutuhkan bukti nyata kehadiran pemerintah. Oleh sebab itu, TMMD kini tak sekadar fokus pada pembuatan jalan, melainkan menjadi wadah sinergi untuk mendekatkan pelayanan publik kepada warga.
"TMMD hari ini bukan hanya membangun jalan atau talud. Yang kita bangun adalah akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Ketika warga bisa tinggal di rumah yang lebih layak, memperoleh air bersih, mendapatkan layanan kesehatan, mengurus administrasi lebih mudah, hingga memperoleh kesempatan meningkatkan ekonomi keluarga, di situlah pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya," ujar Agustina.
Di sektor fisik, program ini membidik pengerjaan talud, peninggian, serta pavingisasi Jalan Dempel Barat, Kelurahan Sawah Besar.
Terdapat pula alokasi rehabilitasi 10 RTLH yang didukung BAZNAS Kota Semarang, serta pembangunan satu paket tandon air beserta instalasinya di Mushola Al Hidayah hasil kerja sama dengan PDAM Kota Semarang guna memastikan ketersediaan air bersih.
Di luar itu, aspek nonfisik juga mendapat porsi besar dan langsung menyasar kebutuhan warga. Masyarakat dapat mengakses layanan cek kesehatan gratis, pengurusan KTP digital, penyuluhan KB, edukasi stunting, donor darah, pasar pangan murah, bazar UMKM, hingga perpustakaan keliling dan edukasi seputar ketahanan pangan serta kebencanaan.
"Seluruh perangkat daerah kita hadir bersama masyarakat. Tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bergerak sebagai satu tim untuk menyelesaikan persoalan warga secara terpadu. Ini yang ingin terus kita bangun, yaitu pelayanan pemerintah yang semakin dekat, semakin cepat, dan semakin dirasakan manfaatnya," lanjutnya.